Ke Makam Bonda
Kami mengunjungi pusara bonda
Sunyi pagi disinari suria
Wangi berseri puspa kemboja
Menyambut kami mewakili bonda
Tegak kami di makam sepi
Lalang-lalang tinggi berdiri
Dua nisan terkapar mati
Hanya papan dimakan bumi
Dalam kenangan kami melihat
Mesra kasih bonda menatap
Sedang lena dalam rahap
Dua tangan kaku berdakap
Bibir bonda bersih lesu
Pernah dulu mengucupi dahiku
Kini kurasakan kasihnya lagi
Meski jauh dibatasi bumi
Nisan batu kami tegakkan
Tiada lagi lalang memanjang
Ada doa kami pohonkan
Air mawar kami siramkan
Senyum kemboja mengantar kami
Meninggalkan makam sepi sendiri
Damailah bonda dalam pengabadian
Insan kerdil mengadap Tuhan
Begitu bakti kami berikan
Tiada sama bonda melahirkan
Kasih bonda tiada sempadan
Kemuncak murni kemuliaan insan
~Usman Awang
I think this poem says it all. I miss you mak. I wish you are here with me, now. Smiling, and could hug me when my heart bleeds. But, Allah loves you more. So I have to let you go. I love you mak, but His love is much greater than mine. So be happy there mak, and may we meet again in the hereafter, in Heaven, insya Allah. You are my number one fan, and your love and support led me to where I am now. I wouldn't be who I am today, not without your prayers and love and believe in me. I am not even half the woman you are mak. Maybe I didn't show it back then mak, but now I realized, your love and strength are my biggest therapy. I am sorry for the pain that I have caused you. Now I know how deep your love is to me, to us, to your family. To my mak, my first love. My heroine. I miss you, and will keep on missing you for the rest of my life.
No comments:
Post a Comment