Thursday, September 13, 2012

Assalamualaikum. I read this somewhere and it made me think of my kids. This is what I hope they will be someday, Insya Allah.

A Prayer For My Son
Build me a son, O Lord, who will be strong enough to know when he is weak, and brave enough to face himself when he is afraid; one who will be proud and unbending in honest defeat, and humble and gentle in victory.
Build me a son whose wishes will not take the place of deeds; a son who will know Thee — and that to know himself is the foundation stone of knowledge.
Lead him, I pray, not in the path of ease and comfort, but under the stress and spur of difficulties and challenge. Here let him learn to stand up in the storm; here let him learn compassion for those who fail.
Build me a son whose heart will be clear, whose goals will be high; a son who will master himself before he seeks to master other men; one who will reach into the future, yet never forget the past.
And after all these things are his, give him, I pray, enough of a sense of humor, so that he may always be serious, yet never take himself too seriously. Give him humility, so that he may always remember the simplicity of true greatness, the open mind of true wisdom, and the meekness of true strength.
Then I, his father, will dare to whisper, “I have not lived in vain.”
 Ini untuk terjemahan dalam Bahasa Melayu.:

Do’a Ayah

Tuhanku,
Bentuklah putra-putriku menjadi manusia yang berani.
Untuk menyadari kelemahannya, dan berani menghadapi dirinya, manakala ia takut.
Manusia yang tetap teguh dalam kekalahan, tetapi jujur, rendah hati serta berbudi halus di dalam kemenangannya.
Bentukla putra-putriku menjadi manusia yang cita-citanya tak pernah padam, dan sanggup mewujudkannya dalam tindakan.
Putra-putriku yang insyaf, bahwa mengenal dirinya sendiri adalah landasan pengetahuan
Tuhanku,
Aku mohon, supaya mereka tidak berada di atas jalan yang mudah dan lunak, tetapi tumbuh dan kau pimpin di dalam desakan dan tantangan, agar ia dapat berdiri kokoh di tengah badai.
Putra-putri yang dapat memimpin dirinya, sebelum berhasrat memimpin orang lain.
Putra-putri yang sanggup memenangkan hari depan, dan tidak lupa untuk belajar dari masa lampau.
Dan setelah semua ini menjadi miliknya, aku masih memohon supaya putra-putriku diberi perasaan jenaka, agar ia dapat bersungguh-sungguh tanpa terlampau bersungguh-sungguh.
Karuniakanlah mereka kerendahan hati, dan bimbinglah mereka agar selalu ingat akan Engkau sebagai sumber ‘kesederhanaan’ dan ‘keagungan yang asli’, sebagai sumber kearifan dan kekuatan yang asli.
Dengan demikian,
Maka aku (ayahnya) dapat memberanikan diri untuk berbisik
“ Hidupku tidaklah sia-sia…! “
(General Mc Arthur)

Wassalam. 

No comments:

Post a Comment